Saturday, November 30, 2013

Tas Karung Goni


http://newopenx.detik.com/delivery/lg.php?bannerid=1003&campaignid=3&zoneid=427&loc=1&referer=http%3A%2F%2Fnews.detik.com%2Fsurabaya%2Fread%2F2010%2F12%2F14%2F144022%2F1524504%2F466%2Fmaria-goretti-menyulap-karung-goni-jadi-produk-istimewa&cb=3804d99011
Karung Goni Coated, Bahan Dasar Untuk Pembuatan Tas Karung Goni

Mungkin bagi sebagian besar orang Bahan Karung Goni dianggap tak penting. Namun di tangan Maria Goretti, bahan mentah ini bisa diubah menjadi barang bernilai jual tinggi seperti Tas Karung Goni dengan pangsa pasar hingga ke Australia dan New Zealand.

Maria menggelar pameran
pada tahun 2010 di galeri CCCL Surabaya Jalan Darmokali. Berbagai barang daur ulang dari Karung Goni, baik yang berbentuk Tas Karung Goni, dompet, baju anak, sepatu, hingga sandal perempuan dipamerkan dalam acara bertajuk "Fairybale" tersebut. Yang spesial, Maria menjual karyanya dengan harga lokal.

Dia mengaku, sejak
tahun 2009 dia mencoba melukis di atas media Karung Goni. Ide tersebut begitu saja tercetus saat banyak karung beras yang menumpuk di rumahnya. Dengan otodidak, Maria mencoba berbagai bentuk dan bahan lukis di atas media yang telah dianggap tak berharga itu.

Dalam pamerannya, Maria juga menampilkan para model cantik yang mengenakan tas karung goni. Para model itu merupakan jelmaan karakter yang terlukis dalam karung goni milik Maria.


Baca di sini untuk info lebih lengkap.



Thursday, November 28, 2013

Sulap Karung Goni menjadi Perabot Rumah Tangga

Karung Goni


Di tangan Wiwit Manfaati dan Supardi, dua orang asal surabaya, Karung Goni disulap menjadi kerajinan yang bernilai ekonomis. Di antaranya bunga, tempat tissue, tempat minuman kemasan, tempat aksesori hingga kotak pensil.

Kerajinan berbahan dasar Karung Goni sebetulnya bukan sesuatu yang baru. Banyak orang atau perusahaan yang memanfaatkan bahan baku ini sebagai ladang bisnisnya. Selain bahan baku yang masih berlimpah, persaingan pasar dari karung goni pun masih sangat minim. Kerajinan Karung Goni yang dirintis Wiwit bersama Supardi, sang suami lewat bendera CV Rizqan Mufidah bisa dibilang cukup baru setelah sebelumnya mereka membuat kerajinan yang memanfaatkan eceng gondok sebagai bahan baku.

Hasil kreasi yang telah mereka berdua ciptakan cukup beragam, mulai dari bunga, tempat tissue, tempat minuman kemasan gelas, tempat aksesori, hingga kotak pensil.

“Bahan baku Karung Goni saya ambil dari Jogjakarta, harganya Rp 15.000 per lembar,” jelas Wiwit.
Awalnya, tak mudah bagi wanita kelahiran 15 April 1967 ini untuk memutar roda bisnis, setelah ia memutuskan keluar dari pekerjaanya sebagai sekretaris di sebuah perusahaan percetakkan.

“Uji coba bikin kerajinan itu susah, tetapi kalau ada kemauan pasti bisa meskipun itu tanpa modal sepeserpun,” akunya. Selain itu kerajinan Karung Goni ternyata kurang diminati dibandingkan dengan kerajinan Eceng Gondok. Padahal jika dilihat dari harga jualnya tidak beda jauh, selain itu proses untuk mengolah eceng gondok jauh lebih sulit daripada Karung Goni.

“Kalau Karung Goni  kan tinggal gunting, bentuk, proses pewarnaan dan tempel saja,” ujar Wiwit.
Harga bunga dari Karung Goni  sekuntum Rp 5.000, tempat minum kemasan Rp 30.000, tempat tissue Rp 30.000, dan tempat aksesoris Rp 15.000.

Untuk memasarkan produknya, Wiwit lebih banyak melalui pameran. Sedangkan bentuk promosi lainnya, wiwit sering menjadi trainer untuk pelatihan ibu-ibu dan remaja di beberapa kota dan kabupaten di Jatim.

Sumber



Monday, November 25, 2013

Karung Goni = Gunny Sack

Karung goni di situs terjemahan Kamus Orisinil di sebutkan sebagai Gunny Sack dalam bahasa Inggris. Tapi ada juga yang mengatakan Jute untuk goni.

Sejarah karung goni sudah sangat tua, bahkan waktu jaman penjajahan bahan ini di gunakan sebagai peengkap pakaian saking tidak adanya tekstil untuk pakaian.

Tapi sekarang karung goni sudah menjadi material untuk berbagai keperluan, mulai untuk perlengkapan bahan industri, kemasan barang-barang ekspor, di gunakan sebagai barang seni, menjadi material dasar untuk produk-produk craft, tas, dan bentul lain yang mungkin akan lahir dari kreasi-kreasi kreatif.

Sudah waktunya karung goni menjadi lebih banyak di gunakan, terutama untuk menginmbangi bahan-bahan yang kurang ramah lingkungan seperti plastik yang sulit di daur ulang.


Karung Goni


Wednesday, November 20, 2013

Trend Tas Karung Goni

Tas karung goni setiap hari semakin banyak di produksi karena bukan saja ramah lingkungan namun dari sisi konstruksi bahan, karung goni memang layak untuk di kreaskan menjadi berbagai bentuk tas.
Tas Karung Goni

Kreatifitas untuk membuat tas karung goni tidak terlalu rumit karena proses pembuatannya sederhana. Bisa menggunakan mesin jahit biasa atau mesin jahit yang industri sekalipun.

Di berbagai industri rumahan tas karung goni bisa di padukan dengan berbagai bahan lain sehingga menghasilkan produk baru yang artistik dan mempunyai nilai jual yang lumayan.

Untuk memulainya, anda tak usah repot, cukup dengan modal ratusan ribu rupiah saja, anda sudah bisa memproduksi tas karung goni. Tinggal daya kreatifitas andalah yang akan menentukan nilai jual produknya.



Tuesday, November 19, 2013

Dengan Karung Goni Menghasilkan Puluhan Juta

Berbahan Karung Goni
Karung goni jangan lagi di pandang sebagai barang yang "seperti itu" tapi ia sudad naik tingkat saat ini. Bukan sebagai sarana pengemas barang atau hasil industri perkebunan saja.

Asal kreatif, anda bisa menghasilkan jutaan rupiah dari karung goni. Lihat saja seorang pengusaha wanita Madya P. Andang yang pandai mengubah karung goni menjadi barang-barang bernuansakan seni. Dan hasilnya..... ehemmmm.... puluhan juta.

Dan karung goni saat ini sedang di gandrungi orang untuk menggantikan sarana belanja. Jika selama ini kita belanja di supermarket dengan menggunakan kantong plastik (tas kresek) ke depan, semoga ada kesadaran tinggi dari masyarakat untuk beralih menggunakan tas yang ramah lingkungan. Dan salah satunya adalah tas karung goni.