Thursday, November 28, 2013

Sulap Karung Goni menjadi Perabot Rumah Tangga

Karung Goni


Di tangan Wiwit Manfaati dan Supardi, dua orang asal surabaya, Karung Goni disulap menjadi kerajinan yang bernilai ekonomis. Di antaranya bunga, tempat tissue, tempat minuman kemasan, tempat aksesori hingga kotak pensil.

Kerajinan berbahan dasar Karung Goni sebetulnya bukan sesuatu yang baru. Banyak orang atau perusahaan yang memanfaatkan bahan baku ini sebagai ladang bisnisnya. Selain bahan baku yang masih berlimpah, persaingan pasar dari karung goni pun masih sangat minim. Kerajinan Karung Goni yang dirintis Wiwit bersama Supardi, sang suami lewat bendera CV Rizqan Mufidah bisa dibilang cukup baru setelah sebelumnya mereka membuat kerajinan yang memanfaatkan eceng gondok sebagai bahan baku.

Hasil kreasi yang telah mereka berdua ciptakan cukup beragam, mulai dari bunga, tempat tissue, tempat minuman kemasan gelas, tempat aksesori, hingga kotak pensil.

“Bahan baku Karung Goni saya ambil dari Jogjakarta, harganya Rp 15.000 per lembar,” jelas Wiwit.
Awalnya, tak mudah bagi wanita kelahiran 15 April 1967 ini untuk memutar roda bisnis, setelah ia memutuskan keluar dari pekerjaanya sebagai sekretaris di sebuah perusahaan percetakkan.

“Uji coba bikin kerajinan itu susah, tetapi kalau ada kemauan pasti bisa meskipun itu tanpa modal sepeserpun,” akunya. Selain itu kerajinan Karung Goni ternyata kurang diminati dibandingkan dengan kerajinan Eceng Gondok. Padahal jika dilihat dari harga jualnya tidak beda jauh, selain itu proses untuk mengolah eceng gondok jauh lebih sulit daripada Karung Goni.

“Kalau Karung Goni  kan tinggal gunting, bentuk, proses pewarnaan dan tempel saja,” ujar Wiwit.
Harga bunga dari Karung Goni  sekuntum Rp 5.000, tempat minum kemasan Rp 30.000, tempat tissue Rp 30.000, dan tempat aksesoris Rp 15.000.

Untuk memasarkan produknya, Wiwit lebih banyak melalui pameran. Sedangkan bentuk promosi lainnya, wiwit sering menjadi trainer untuk pelatihan ibu-ibu dan remaja di beberapa kota dan kabupaten di Jatim.

Sumber



No comments:

Post a Comment