Wednesday, August 9, 2017

Karung Goni pun Bisa Berkelas

KREASI unik dengan menggunakan bahan-bahan sederhana sejatinya telah banyak dikembangkan oleh perajin lokal. Bahkan, hal ini bisa disebut sebagai "senjata" ampuh menaikkan pamor bahan-bahan yang semula hanya dianggap sebelah mata. Apalagi saat ini kerajinan tangan menjadi suatu pilihan yang digeluti sebagian orang karena prospek bisnis yang menjanjikan.
 
Salah satu contoh adalah penggunaan karung goni sebagai media berkreasi. Karung goni memang biasa dijumpai untuk menyimpan bahan-bahan pangan seperti ketela, kentang, maupun kopi.

Karena ukurannya yang besar, bahkan tiap lomba 17 Agustus seringkali karung goni digunakan sebagai sarana untuk lomba balap. Di tangan perajin satu ini, karung goni justru disulap menjadi sesuatu yang istimewa. Ia menjadi produk baru yang memiliki nilai jual tinggi.

Penggagas kreasi berbahan karung goni, salah satunya, bisa ditemui di akun Instagram @rumahkarunggoni. Bermarkas di Bandung, ada tiga pemuda yaitu Ruby Perkasa, Ahmad Fajri, dan Muhammad Fariz yang memiliki inisiatif untuk mengembangkan usaha yang kini dinamai Rumah Karung Goni. Dengan sejumlah ide kreatifnya, mereka mengubah karung goni menjadi berbagai kreasi unik layak pakai.

Usaha kerajinan dari karung goni itu bermula karena keisengan saja. Awalnya mereka hanya berbisnis karung goni. Namun, Fariz dkk kemudian tebersit untuk membuat pesanan produk yang dibuat dari karung goni. Ternyata, peminatnya banyak dan akhirnya usaha kreasi karung goni pun berjalan hingga kini.

"Sebenarnya mulai berjualan bahan (karung goni) cukup lama sejak kami kuliah, hanya baru buka toko dan produk dari karung goni sejak setahun belakangan," ujar Fariz kepada HARIAN NASIONAL, Jumat (30/12/2016).
2. Bahan Baku

Mengenai bahan baku, mereka tidak memakai karung goni bekas, tapi membeli karung goni baru yang diimpor dari India. Menurut Fariz, ketahanan material karung goni India bisa tahan satu hingga dua tahun, sesuai dengan uji material yang telah dilakukan sebelumnya.

Perjalanan mengembangkan usaha kreasi karung goni walau masih seumur jagung, diakui Fariz, tetap ada beberapa kesulitan yang dihadapi. Misalnya menemukan penjahit maupun supplier karung goni yang bisa cocok dengan usaha Rumah Karung Goni.

Memang, untuk menghasilkan tas, sepatu, atau benda kreasi lain mereka masih dibantu tenaga tambahan (penjahit). Sementara, untuk desain dan tahap akhir baru dikerjakan oleh Fariz dkk.

"Kami hanya melakukan proses finishing dan pemotongan. Untuk menjahit, kami mengandalkan orang lain," kata Fariz.
Terhitung masih baru mengeksplorasi kreasi karung goni, Fariz mengatakan, masih mempelajari sifat-sifat dari tekstur permukaan karung goni yang relatif berbeda dengan kain-kain umumnya.

"Kain goni ‘kan ada serat-serat di permukaannya. Itu dulu sempat menjadi kesulitan yang kami hadapi karena kalau serat-seratnya kelihatan, kreasinya jadi terlihat tidak rapi. Tapi, akhirnya sekarang kami sudah menemukan solusinya. Jadi, di tahap finishing nanti setiap kreasi karung goni dipanaskan dengan cairan kimia khusus supaya serat-seratnya tidak mencuat," jelas Fariz.

Memulai usaha dengan karung goni tak membutuhkan modal besar. Dengan bekal ilmu kewirausahaan di bangku kuliah, membawa Fariz dkk Fajri lebih percaya diri untuk bersaing dengan pasar usaha kecil menengah lokal baik di online maupun dalam sentra pameran.

Menurut Fariz, fokus usaha kerajinan karung goni sejatinya merupakan pekerjaan kedua mereka selain bisnis travelling. Mereka pun akhirnya berbagi waktu agar bisnis tidak terbengkalai. Ada waktu tersendiri yang disediakan untuk mengurusi bisnis karung goni, sementara di akhir pekan ketiganya biasanya disibukkan dengan jadwal trip ke berbagai wilayah di Indonesia.

"Di tahun 2017, rencana yang sedang kami pikirkan yaitu seputar brand. Karena untuk kreasinya sekarang ini memang belum ada brand. Rumah Karung Goni itu bukan brand karena itu nama usaha kami dari awal yang menjual berbagai karung goni," kata Fariz.

Selain itu, mereka juga tengah memikirkan untuk lebih menyiapkan kreasi yang ready stock karena sejauh ini permintaan memang berdasarkan custom order atau sesuai permintaan pembeli.

Mengenai harga, Rumah Karung Goni tak membanderol satu harga, tapi variatif tergantung tingkat kesulitan, jenis, dan ukuran yang dibuatnya. Misal, untuk tas ransel seharga Rp 255 ribu hingga Rp 300 ribu.

Sumber : --> sumber
More product : Instagram

No comments:

Post a Comment